Semua berawal dari niat baik. Kami saling mengetahui nama tapi tidak saling mengenal dengan baik sebelumnya, namun Allah mempertemukan melalui proses ta’aruf yang sederhana namun penuh berkah. Tanpa rayuan, tanpa gombalan, hanya saling menatap masa depan melalui doa dan keyakinan.
Dalam perjalanan mengenal itu, kami saling menjaga. Jaga hati, jaga jarak, jaga batas-batas syariat. Ada rasa yang tumbuh, tapi kami sepakat menyerahkannya pada aturan dan waktu dari-Nya.
Hari demi hari, kami semakin yakin bahwa Allah sedang merangkai cerita indah di antara kami. Hingga tibalah hari ketika dua keluarga dipertemukan, dan akad suci terucap sebagai bukti komitmen sehidup sesurga.
Kini setelah menjadi halal satu sama lain, barulah kami belajar berpacaran dengan cinta yang benar-benar terjaga. Tawa, manja, perhatian, dan semua rasa indah itu hadir dalam pernikahan. Karena kami percaya
“Cinta yang terbaik bukan yang dimulai paling cepat, tapi yang Allah beri pada waktu yang paling tepat”.
Bismillah, kami memulai perjalanan panjang ini sebagai sahabat dalam suka dan duka, sebagai pasangan dalam ibadah, dan sebagai dua hati yang ingin bersama menuju ridha Allah.