Our Love Story
From Johan
Track 1:
Tak pernah kami sangka, sebuah pertemuan sederhana di tahun 2020 menjadi awal dari kisah yang begitu bermakna. Di sebuah warung bakso milik ayah saya, di Kota Pagar Alam, takdir mempertemukan kami untuk pertama kalinya. Dari pertemuan singkat itu, tumbuh rasa penasaran yang membawa langkah kecil untuk saling mengenal, dimulai dari sebuah akun Instagram.
Track 2:
Hari-hari pun berjalan, pendekatan berubah menjadi kenyamanan, hingga pada 2 Juli 2020 kami sepakat untuk memulai perjalanan sebagai sepasang kekasih. Namun cinta kami sejak awal diuji oleh jarak. Saya harus melanjutkan pendidikan di Bandung, sementara kami hanya bisa saling berbagi cerita lewat pesan, panggilan suara, dan video call untuk menjaga rasa di tengah rindu yang tak selalu bisa dipeluk.
Track 3:
Waktu terus berjalan. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Jarak masih menjadi bagian dari cerita kami. Pertemuan hanya terjadi setahun sekali, saat Lebaran tiba. Saya bekerja di Jakarta, ia tetap setia di Pagar Alam. Meski jarang bertatap muka, kami belajar bahwa cinta tak selalu tentang kedekatan fisik, melainkan tentang kesetiaan dan keyakinan untuk tetap memilih satu sama lain.
Track 4:
Hingga akhirnya, pada Lebaran tahun 2025, untuk pertama kalinya kedua keluarga kami dipertemukan. Dalam suasana penuh kehangatan dan doa, pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang bermakna, di mana keluarga saya secara resmi menyampaikan niat baik untuk melamar calon istri saya, sebagai tanda keseriusan untuk melangkah ke jenjang yang lebih sakral.




















