Semua berawal pada tahun 2020, tahun yang tidak pernah terduga oleh siapa pun.
Paisal dan Lisda bertemu sebagai kakak tingkat dan adik tingkat di kampus, satu jurusan yang sama.
Saat itu, hubungan mereka tidak lebih dari seorang Asisten Laboratorium dan seorang praktikan.
Sopan, profesional, biasa saja… atau mungkin sebenarnya Tuhan sedang bekerja pelan-pelan.
Hingga 16 Maret 2020, kampus meniadakan kegiatan perkuliahan dan memutuskan pembelajaran daring.
Sejak hari itu, interaksi mereka terputus, seperti dua garis yang berpisah tanpa rencana untuk bertemu lagi.
Tak ada yang tahu bahwa perpisahan sementara itu justru adalah bagian dari skenario indah yang sedang disusun oleh semesta.
28 Agustus 2020 sebuah postingan Instagram mengubah segalanya.
Lisda mengunggah foto menggunakan jas laboratorium dengan caption “kangen praktikum di kampus.”
Paisal menjawab dengan pertanyaan sederhana yang memulai segalanya:
“Kangen praktikum atau kangen ngumpul sama teman-teman di kampus?”
Siapa sangka satu balasan kecil itu tumbuh menjadi percakapan panjang menjadi tawa, perhatian, dan rasa nyaman yang tak lagi bisa disembunyikan.
20 September 2020 Paisal menyatakan perasaannya kepada Lisda.
Sejak hari itu, keduanya sepakat memulai hubungan.
Satu bulan mungkin cukup untuk kenal, tapi lima tahun membuktikan bahwa dua hati ini benar-benar memilih untuk saling menunggu, menjaga, dan memperjuangkan.
Perjalanan mereka bukan tanpa ujian.
Selama dua tahun, pekerjaan mengharuskan Paisal berada di kota yang berbeda.
Jarak memisahkan raga, namun tidak pernah berhasil memisahkan hati.
Dari jarak itu mereka belajar arti sabar, arti percaya, dan arti menguatkan satu sama lain meski hanya lewat suara dan pesan.
Dan ketika akhirnya dipertemukan kembali, semuanya terasa seperti pulang.
Yang dulu hanya hubungan antara kakak tingkat dan adik tingkat, berubah menjadi hubungan dua hati yang siap menua bersama.
Kini, setelah lima tahun bersama cinta yang berawal dari kampus, dari sebuah story Instagram, dari percakapan sederhana tumbuh menjadi tekad untuk membangun rumah, bukan lagi sekadar hubungan. Pada suatu titik mereka mengerti bahwa cinta bukan hanya tentang saling menyukai, tetapi saling menguatkan, saling memilih, dan saling pulang setiap hari.
25 Oktober 2025 menjadi langkah besar dalam perjalanan cinta mereka.
Paisal datang menemui keluarga Lisda, menyampaikan kesungguhan hatinya untuk melamar dan membawa hubungan ini menuju pernikahan.
Niat itu diterima dengan baik, penuh haru dan kebahagiaan.
9 November 2025, Paisal kembali bersama keluarga besarnya untuk melamar secara resmi.
Hari itu bukan hanya tentang cincin atau lamaran tetapi tentang dua keluarga yang bersatu, dua restu yang melebur menjadi satu doa.
Hingga akhirnya, Minggu, 28 Desember 2025 menjadi hari yang mereka nantikan selama bertahun-tahun.
Hari ketika janji tidak lagi hanya dalam doa, tetapi diucapkan di hadapan keluarga dan saksi.
Hari ketika dua nama dipersatukan dalam satu ikatan suci.
Dengan ridha Allah SWT dan restu kedua orang tua, Paisal dan Lisda memulai babak baru kehidupan sebagai suami dan istri.
Perjalanan ini tidak berakhir di pelaminan justru baru saja dimulai.
Dari seorang kakak tingkat dan adik tingkat…
menjadi dua hati yang saling memilih.
Dari sebuah story Instagram…
menjadi kisah seumur hidup.
Dari 2020… hingga selamanya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Inilah langkah pertama kami menuju rumah yang penuh doa, tawa, dan cinta yang tidak hanya dirasakan, tetapi diperjuangkan setiap hari.