Our Love Story
Episode 1:
Awal Pertemuan
01/08/2020
Semesta memilih cara paling sederhana untuk mempertemukan kami—lewat pekerjaan yang hanya sebentar ia singgah.
Pada awalnya, kami tak lebih hanyalah dua nama yang diperkenalkan oleh atasan, tanpa percakapan berarti, tanpa tanda apa pun. Namun justru dari perkenalan singkat itu, sesuatu yang halus dan tak terduga mulai bergerak, seakan kisah kami sudah menunggu untuk dimulai.
Episode 2:
Berkomitmen
11/11/2020
Kami saling tahu bahwa kita adalah dua jiwa yang akhirnya berdamai dengan masa lalu. Pelan-pelan, kami belajar sembuh lewat tawa dari menonton panggung komedi, hiruk-pikuk budaya, hingga malam tak terduga saat tersesat di acara Halloween—dua warna cerah di tengah lautan gelap, begitulah gambaran kita kurang lebih malam itu. Di situ, tanpa sadar, tangan kami saling bertemu.
Lalu pada 11.11.2020, dengan suara yang tenang namun pasti, ia berkata, “Kalau ada yang bertanya, bilang saja aku pacarmu.” Sejak saat itu, komitmennya sederhana tapi nyata: ia memilih kami, dan terus mengusahakan kami hingga hari ini.
Episode 3:
Melangsungkan Lamaran
04/10/2025
Di ulang tahunku yang ke-25, dari jarak 7.900 kilometer, ia menghadiahkanku momen terindah—perayaan bersama dua keluarga besar dan sebuah cincin yang menandai langkah kami menuju pernikahan.
Meski terpisah Australia-Makassar karena saat ini dia lagi WHV Aussie tahun pertama, ia terus mengusahakan kita dari kejauhan. Aku pun berusaha menyusulnya dengan mendaftar SDUWHV Australia, dan syukur tak terhingga ketika Allah mengijabah niat kami melalui diterimanya aku buat dapat SDUWHV tahun ini. Seolah semesta perlahan menyiapkan rumah tempat kami akhirnya pulang bersama.
