Imam
Imam Dahsyat Wasis, S.A.B.
Putra Pertama dari
Wahidin Rahima, SKM., M.Kes
& Minarni Hs Akil
Ira
Ira Sri Mulyana, S.A.B.
Putri Pertama dari
Muh. Edi Dg. Lalang & Suriani Dg. Ngugi
2020
Di tengah pandemi bulan Agustus, saat dunia terasa kacau dan penuh tantangan, kami justru dipertemukan dalam momen yang tak pernah kami rencanakan lewat pekerjaan yang sama.
Satu hal yang paling kuingat dari pertemuan singkat itu: senyumnya. Senyum sederhana, ramah, polos seperti anak kecil lima tahun, tapi entah bagaimana mampu menyihirku untuk ingin selalu berada di dekatnya.
Hingga akhirnya, di penghujung tahun bulan November kami membawa perasaan itu sedikit lebih jauh. Tanggal 11.11 menjadi saksi dua hati yang sama-sama berdebar, saling bertatapan lewat spion kiri motor malam itu.
2021–2023
Tahun-tahun berikutnya terasa seperti petualangan panjang yang penuh warna. Kami menjelajahi tempat-tempat baru, menonton stand-up comedy, menghadiri pameran lukisan, datang ke konser band 2000-an, hingga menulis dan membuat film pendek yang di luar dugaan mendapat dua nominasi festival dan tayang di F8 Makassar.
Di sini kami tumbuh bersama.
Pagi hingga sore bekerja di tempat masing-masing, lalu malamnya melanjutkan tugas kuliah dan ujian online. Begitu terus hingga akhirnya kami wisuda.
Lelah, tapi bangga karena menjalaninya berdua.
2024
Pada akhirnya, kami sadar: yang dicari bukan lagi sosok yang sempurna, melainkan tempat pulang yang membuat hati merasa aman.
Kami mulai mencari jalan yang dapat mendekatkan kami pada tujuan bersama, dan setelah banyak pertimbangan, satu-satunya cara adalah…merantau.
Bukan lagi beda kota.
Bukan lagi beda pulau.
Tapi beda benua.
Keputusan besar yang membawa rasa takut, ragu, sekaligus harapan. Menapaki dunia yang sama sekali belum terbayangkan sebelumnya.
2025
Ternyata keputusan besar itu justru membawa kami semakin dekat dengan tujuan yang selama ini kami semogakan. Prosesnya tidak selalu mulus, tetapi kami percaya: suatu hari nanti, kami akan pulang ke rumah yang sama.
Di hari ulang tahunnya, 4 Oktober, kami menguatkan hati untuk melangkah lebih jauh, mempertemukan dua keluarga besar dan melangsungkan lamaran.
Di tengah segala keterbatasan, kami mempersiapkan pernikahan dan dokumen visa secara bersamaan agar kami tidak lagi berjarak 7.900 kilometer. Syukurnya kedua proses ini berjalan sesuai rencana.
Maka dari itu, kami sangat bahagia jika momen yang penuh syukur ini kita rayakan bersama di tanggal 11 Desember nanti. Sampai ketemu!
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui: