Dinda Mardiah, S. Tr. Tra
Putri Pertama dari
(Alm) Bapak Zardianto & Ibu Nazipah, S. Pd
Afkar Rahman. A, S. T
Putra Pertama dari
Bapak Rahmayandi, S. Pd
& Ibu Sri Apriani, A. Md. Kep
Berkenalan
Tidak ada satu pun pertemuan yang terjadi secara kebetulan. Kami percaya, setiap langkah dalam hidup telah digariskan dengan penuh makna oleh Sang Maha Kuasa. Jauh sebelum kami saling mengenal, Allah telah menuliskan cerita ini—tentang dua hati yang akhirnya dipertemukan pada waktu terbaik-Nya. Kami pertama kali bertemu melalui media sosial. Tanpa rencana, tanpa ekspektasi, hanya sapaan sederhana yang kemudian berlanjut menjadi perkenalan. Hari-hari awal diisi dengan bertukar kabar, berbagi cerita ringan, dan saling mengenal perlahan. Saat itu, kami merasa cukup menjadi teman. Perbedaan jarak membuat kami belajar untuk menahan rasa, menyadari bahwa tidak semua pertemuan harus berakhir dengan kebersamaan. Namun takdir diam-diam bekerja, menumbuhkan rasa yang tak pernah kami rencanakan.
Pendekatan
Waktu terus berjalan, dan komunikasi menjadi jembatan yang mendekatkan dua hati yang terpisah jarak. Dari obrolan panjang hingga doa yang terucap dalam diam, kami menemukan rasa yang tumbuh dengan tulus. Kami belajar memahami kekurangan, menerima perbedaan, dan menguatkan satu sama lain. Dengan penuh keyakinan, kami memberanikan diri melangkah ke tahap selanjutnya yaitu sebuah keputusan untuk saling percaya, saling mencintai, menyayangi, menghargai, dan mendukung apa pun keadaan yang akan kami hadapi. Menjalani hubungan jarak jauh bukanlah perjalanan yang mudah dan pasti ada cobaan yang datang silih berganti. Namun justru dari jarak dan cobaan itu kami belajar arti kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati. Kami percaya, cinta yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan.
Lamaran
Hingga akhirnya, pada 27 Desember 2025, perasaan tulus yang kami rawat dengan penuh kesabaran menuntun kami pada sebuah keputusan besar dalam hidup. Hari itu menjadi saksi atas niat baik dua insan yang ingin melangkah lebih jauh. Dengan penuh harap dan restu, kami melangsungkan lamaran sebuah ikrar untuk saling menggenggam erat, mengikat janji suci, dan menapaki masa depan bersama, dalam suka maupun duka.
Menikah
Semakin kami melangkah, semakin kami yakin bahwa pertemuan ini bukanlah kebetulan. Bukan karena bertemu lalu kami berjodoh, tetapi karena berjodohlah kami dipertemukan. Dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan, kami memutuskan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan pada 12 Februari 2026. Hari di mana dua hati, dua doa, dan dua cerita disatukan dalam satu ikatan yang halal dan diridhai-Nya. InsyaAllah, sebagaimana yang dikatakan Ali bin Abi Thalib: “Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu.” Dan kini, kami berjanji untuk menjaga cinta ini sebaik mungkin dalam setiap doa, dalam setiap langkah, hingga akhir waktu. Semoga kisah ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberkahan, ketenangan, dan cinta yang selalu tumbuh dalam ridho-Nya