"Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan bagimu dari pasanganmu anak-anak dan cucu-cucu, serta menganugerahi kamu rezeki yang baik-baik. Mengapa terhadap yang batil mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka ingkar?"
(QS. An Nahl: 72)
We Are Getting Married!
Dengan memohon Rahmat dan Ridho Allah SWT yang telah menciptakan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan, Kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami
Dendra
R. Nadendra Haryo Heryudhanto
Putra Pertama dari Bp. KRA. Agung Wisnu Kusumoadiningrat & Ibu KMAy. Ika Kusumastuti
bahwa sebuah takdir bisa dimulai dari sebuah ruangan latihan. Di sanalah Raden Nadendra Haryo Heryudhanto berdiri di balik piano, memimpin nada, mengatur irama.
Sementara Safira Permata Sari datang sebagai cerita baru,
seorang anggota baru paduan suara yang belajar mengenal suara, ruang, dan rasa. Kami tak langsung saling menatap lama.
Namun nada menemukan jalannya sendiri. Lewat latihan, lewat kesalahan kecil, lewat jeda-jeda hening yang diam-diam menyimpan makna.
Takdir bekerja pelan, tanpa suara, tanpa aba-aba.
EPISODE II
Puisi yang Mengubah Segalanya
Semesta lalu menyatukan kami
dalam satu karya: musikalisasi puisi.
Kata-kata diberi nada. Nada diberi perasaan. Dan tanpa kami sadari, perasaan itu mulai bernama.
Dari diskusi panjang, tawa kecil,
hingga malam-malam yang dihabiskan untuk menyempurnakan satu karya, kami belajar bahwa kebersamaan bukan sekadar berada di tempat yang sama tetapi berjalan dalam irama yang sejalan.
Pada 25 Desember 2013,
kami memilih untuk memberi nama pada rasa itu:
perjalanan bersama.
EPISODE III
Dua Belas Tahun Bernama Bertahan
Cinta kami tidak dibungkus kisah singkat.
Ia tumbuh lewat waktu—12 tahun lamanya. Ada hari-hari yang terasa ringan, namun tak sedikit yang menguji keyakinan.
Kami jatuh, bangkit, lalu berjalan lagi. Belajar saling memahami, belajar saling menggenggam saat dunia terasa terlalu bising.
Kami membangun mimpi bersama, menjalankan bisnis bersama, dan belajar bahwa cinta bukan hanya soal rasa, tetapi soal keputusan untuk tetap tinggal.
Bersama. Selalu bersama.
EPISODE IV
Janji yang Akhirnya Pulang
Kini, setelah perjalanan panjang itu, kami sampai pada satu titik yang sama: rumah.
Bukan rumah yang terbuat dari dinding, melainkan dari keyakinan bahwa kami telah memilih satu sama lain dengan sadar dan sepenuh hati.
Pada 11 Januari 2026, kami mengikat janji untuk melanjutkan kisah ini dalam satu nama, satu tujuan, satu masa depan.
Bukan sebagai dua insan yang sempurna, melainkan dua jiwa
yang siap tumbuh, jatuh, bangkit, dan menua bersama.
Wedding Gift
Do'a restu keluarga, sahabat, serta rekan-rekan semua di pernikahan kami sudah sangat cukup sebagai hadiah, tetapi jika memberi merupakan tanda kasih, kami dengan senang hati menerimanya dan tentunya semakin melengkapi kebahagiaan kami.