‘Hari pertama’ kami, Hari di mana kami bertemu dan serius menjajaki hati. Perkenalan yang lebih dekat, kini berujung pada janji sehidup semati.
Selangkah lebih dekat menuju halal. Kami bersyukur, keluarga besar kami melakukan adat Mappettu Ada’. Sebuah tradisi sakral dalam budaya Bugis, untuk menentukan dan memutuskan kata menuju pernikahan. Pertemuan ini adalah penanda keseriusan kami, di mana semua kata-kata dan kesepakatan akan dimatangkan oleh kedua belah pihak keluarga.
Inilah saatnya janji itu diikrarkan secara resmi. Dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur, kami mengumumkan telah dilaksanakannya Acara Lamaran Resmi. Puncak dari perjalanan keseriusan ini, di mana kami menerima dan mengikat janji untuk berjalan bersama menuju hari pernikahan.
Pelabuhan Terakhir Dari Sebuah Perjalanan Indah
Setelah hati memilih, keluarga merestui, dan janji terikat, inilah hari yang telah lama kami nantikan. Hari di mana dua takdir menjadi satu. Setelah melewati pertemuan pertama (02 Mei), restu keluarga (14 Agustus), dan janji tunangan (07 November), akhirnya kami sampai di hari yang kami impikan dan nantikan!