Our Love Story
Tahun 2023 menjadi awal dari kisah indah kami.
Saat itu kami dipertemukan dalam proses meeting kerja — dua orang yang sama sekali tidak saling mengenal, tapi ternyata ditakdirkan untuk saling melengkapi.
Aku masih ingat jelas, pertama kali melihat Risma, hatiku seperti berhenti sejenak.
Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku yakin — inilah perempuan yang selama ini aku cari.
Meski aku bukan tipe yang pandai berbicara, apalagi kepada lawan jenis, tapi entah mengapa kali ini aku ingin berusaha lebih.
Aku belajar, membaca, dan mencari seribu satu cara untuk mendekati wanita yang membuat jantungku berdegup lebih cepat.
Empat bulan berlalu, aku memberanikan diri menyapanya.
Dengan alasan sederhana, “nanya soal kerjaan,” obrolan kami dimulai — dan dari situlah semua berubah.
Percakapan kami mengalir, dan aku mulai melihat cahaya kecil… tanda bahwa mungkin perasaanku tak bertepuk sebelah tangan.
Hari itu, di tepi Pantai Ancol yang menjadi saksi bisu, aku menyatakan perasaanku.
Dan alhamdulillah, Risma juga ternyata menyimpan rasa yang sama.
Sejak hari itu, kami berjalan bersama, saling mengenal lebih dalam, berbagi tawa, dan menumbuhkan cinta yang penuh kesabaran.
Selama dua tahun perjalanan ini, kami belajar tentang arti saling memahami dan menemukan kesamaan langkah menuju masa depan.
Momen paling berkesan bagiku sederhana — setiap kali Risma tersenyum.
Senyum itu… manisnya bahkan bisa mengalahkan martabak manis kesukaanku.
Dan sampai hari ini, setiap kali dia tersenyum, jantungku masih berdebar seperti pertama kali.
Awal tahun 2025, hubungan kami semakin serius. Dengan niat tulus untuk mencari ridho Allah, aku mantap melangkah ke tahap selanjutnya. Lamaran kami berlangsung sederhana , tapi penuh berkah dan makna. Alhamdulillah, Risma dan keluarganya menerimaku dengan tangan terbuka.
