Assalamualaikum Wr. Wb.
Perjalanan pernikahan dimulai dengan janji, dilanjutkan dengan ibadah, dan diakhiri dengan ridho Allah SWT. Kami bermaksud memulai perjalanan tersebut dengan awal yang bahagia
Rivaldo Ramadana
Putra Pertama dari
Bapak Ali Anwar & Ibu Neldiwati
&
Elsa Haerunisa
Putri Kedua dari
Bapak Haerudin & Ibu Rustini (Ibu Iyus)
Hari
Jam
Menit
Detik
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”Â
Kisah ini dimulai dari buku “Sendiri” karya Tere Liye. Buku itu membuka komunikasi yang pada akhirnya menjadi untaian kisah indah kami berdua.
Disusul dengan bacaan buku lain yang ternyata dapat disimpulkan kami memiliki 1 kesamaan, yaitu sama-sama menggemari membaca.
Seiring berjalannya waktu, kami menjadi sering berdiskusi. Tanpa kami sadari, tiap diskusi panjang itu terselip rasa yang saling bertautan, hingga pada akhirnya saling membuka diri dan mengkonfirmasi rasa itu, muaranya adalah menyatakan keseriusan dalam hubungan hingga hari ini.
Pada tanggal 9 Juni 2025, kami berdua memberanikan diri untuk pertama kalinya saling mengenalkan satu sama lain kepada kedua orang tua dan keluarga. Seiring berjalannya waktu, kembali datang dan bersilaturahmi ditanggal 11 Oktober 2025.
Setelah proses panjang dan tidak mudah itu, akhirnya hubungan kami berdua mendapat restu dari semua pihak dan kembali bersilaturahim yang ke-3 kalinya pada tanggal 25 Oktober 2025. Kedatangan yang ke-3 ini dilakukan untuk mengutarakan keseriusan dan niat baik, lalu meminta izin untuk saling menggenapkan agama kami masing-masing.
Di tanggal 16 November 2025, alhamdulillah lamaran dilaksanakan dengan sederhana.
10 Januari 2026 adalah tanggal yang memuarakan kisah itu menjadi ibadah panjang nan menyenangkan. Karena seni berumah tangga dan mengenal pasangan adalah seni yang diasah setiap hari, setiap waktu.
Kami berharap, mendapat restu, ridho, doa agar kami bisa menikmati seni berumah tangga hingga kematian yang memisahkan. Bahkan berharap Allah mempersatukan kembali di surga.
Do'a restu keluarga, sahabat, serta rekan-rekan semua di pernikahan kami sudah sangat cukup sebagai hadiah, tetapi jika memberi merupakan tanda kasih, kami dengan senang hati menerimanya dan tentunya semakin melengkapi kebahagiaan kami.