Tak pernah terpikir sebelumnya, perkenalan ini menjadi sebuah perjalanan yang singkat bagi kami. Bermula hanya melalui proses “dikenalkan” berlanjut menjadi sebuah komunikasi yang lebih bermakna. Dari obrolan ringan, doa yang sama, hingga mimpi yang ternyata selaras.Â
Bukan setahun dua tahun, melainkan satu bulan setelah perkenalan kami memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Tak ada kalimat menyatakan cinta, melainkan kalimat yang menjurus untuk membangun sebuah komitmen. Hingga akhirnya, kami menyadari bahwa perjodohan yang dulu terasa asing, justru adalah jalan yang mempertemukan kami dengan jodoh terbaik.
Pernikahan kamipun bukan sekadar penyatuan dua keluarga, tetapi juga bukti bahwa cinta bisa lahir dari niat baik, kesabaran, dan keikhlasan menerima takdir. Kini, kami bersiap menjalani rumah tangga dengan penuh syukur, saat dua hati dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.Â
