“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Di tengah musibah yang menimpa salah satu daerah di kota Sorong, aku dan dia dipertemukan sebagai relawan dalam misi mulia yaitu membantu anak-anak yang trauma pasca musibah. Meski tak banyak kata yang terucap, pandangan kami bertemu dalam diam, seperti dua kapal yang berlayar di lautan yang luas, hanya saling melihat tanpa mampu mendekat dan hanya kenangan samar seperti pasir yang terhapus oleh ombak.
Bulan-bulan berlalu, namun takdir kembali menyatukan kami dalam lingkaran yang lebih dekat. Kali ini, pertemuan kami didalam lingkup pekerjaan. Dalam hubungan profesional yang membangun, kami mulai bertukar kontak, saling menghubungkan dunia kami yang terpisah. Laksana dua kapal yang bertemu di tengah samudra dan saling berlayar bersama.
Hari-hari berlalu seperti air yang mengalir, tidak cepat namun pasti, kami semakin dekat. Dalam perjalanan waktu, percakapan yang dulu terasa biasa kini berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Seperti dua kapal yang akhirnya berlayar berdampingan, tidak lagi berjarak. Kami mulai merasakan arus tersebut membawa kami menuju pelabuhan yang sama dan penuh sebuah harapan.
Setelah berlayar cukup lama, kami mulai memahami arah angin yang sama. Kami sudah cukup kuat untuk mengatasi gelombang besar yang datang. Dengan keyakinan penuh, kami mengarungi samudra kehidupan ini, dan akhirnya memutuskan untuk mempertemukan kedua keluarga besar kami. Dengan restu mereka, kami menyampaikan niat kami untuk mengarungi samudra kehidupan bersama, membangun bahtera rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang.
Dan akhirnya, seperti kapal yang tiba di pelabuhan setelah perjalanan panjang, kami bersatu dalam bahtera rumah tangga. Kami menyadari bahwa perjalanan kami baru dimulai, dan meskipun samudra kehidupan penuh dengan tantangan dan badai, kami berjanji akan selalu berlayar bersama, saling menjaga satu sama lain. Dengan agama sebagai kompas dan cinta sebagai jangkar, serta kasih sayang sebagai layar, kami siap mengarungi setiap gelombang yang datang, menuju pelabuhan kebahagiaan abadi di surga-Nya.