Pada malam itu, dengan alasan ingin makan malam di luar, Rafi diajak keluarganya ke sebuah warung makan, yaitu Warung Barokah. Rafi yang paling terakhir turun dari mobil kebingungan, saat melihat keluarganya berjalan melewati meja-meja warung tersebut, dan justru masuk ke rumah yang ada di belakang warung. Saat meyusul ke dalam rumah, pandangan Rafi langsung tertuju pada seorang perempuan yang sedang berbincang dengan keluarganya. Seorang perempuan cantik yang sesekali tersenyum dengan eye-smile yang khas. Rafi merasa ada sesuatu yang istimewa tentang perempuan ini, sesuatu yang menariknya untuk mengenal lebih dekat.
Sepekan setelah pertemuan pertamanya, dengan berbekal keberanian Rafi bertamu kembali ke rumah Sahara, seorang diri. Di sana mereka banyak mengobrol, hingga tak terasa langit yang semula biru cerah telah berubah menjadi langit senja sore hari. Semua obrolan mengalir begitu saja, seakan sudah mengenal lama. Sejak perkenalan di hari itu, hubungan Sahara dan Rafi semakin dekat. Mereka mulai sering bertemu dan mengenal satu sama lain, dan menemukan bahwa mereka saling melengkapi.
“Tidak ingin diambil yang lain” itulah jawaban Rafi apabila ditanya mengapa secepat ini. Dengan penuh yakin Rafi menyampaikan keseriusannya kepada Sahara. Dan terpilihlah 9 Maret sebagai tanggal pertunangan, yang juga mempertemukan keluarga besar sekaligus menentukan tanggal pernikahan mereka.
Hanya sebulan setelah pertunangan mereka, pada 12 April 2024 Rafi dan Sahara mengikat janji suci dalam sebuah akad nikah yang menggetarkan hati. Sebuah akad nikah yang sederhana namun sakral, yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat masing-masing. Dengan izin Allah dan restu dari keluarga, mereka memulai babak baru dalam hidup sebagai pasangan suami istri. Semoga cinta dan kasih sayang terus tumbuh dan membawa kebahagiaan dalam setiap langkah yang mereka ambil bersama.