Saat itu kami kelas 10 SMA dan Andang mulai “Niteni” Ayuna karena kebetulan kelas kami sebelahan, namun Andang yang saat itu masih pesimis untuk bisa mendekati Ayuna.
Kali pertama kami bertemu pada Kemah Jamboree Pramuka. Saat itu, Ayuna terkejut karena ada pria manis pendiam yang ternyata satu sekolah. “Koe wong Jogja ya?” Adalah kalimat pertama yang Andang tanyakan dan kami mengobrol sepanjang upacara. Obrolan itu berlanjut di Inbox Facebook.
Tibalah mendekati kelulusan SMA, kami memutuskan untuk kuliah di Jogja dan kampus yang sama. Kami menjalani kehidupan diperantauan hingga akhirnya Lulus dan kembali melanjutkan hidup di kampung halaman tercinta.
Andang mulai memberanikan dirinya untuk “nembung” ke Ibu Ayuna dan menyampaikan keseriusannya dengan Ayuna.
Keluarga besar Ayuna dan Andang bertemu untuk melangsungkan lamaran.
Setelah 8 tahun lamanya kami melalui fase petualangan mengarungi lautan, akhirnya perahu kami berlayar pada tujuan yang sama dan bermuara di keabadian. Aamiin.
#memANDANGimuAYUNA